Sanitasi Mengurangi Dampak Bencana

BENCANA yang memporak-porandakan segala sisi kehidupan, turut menimbulkan kedaruratan kesehatan lingkungan. Utamanya akses air minum dan sanitasi serta rendahnya kesadaran pola hidup bersih dan sehat menjadi masalah serius.

Hal itulah yang mendasari bagi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon untuk menggelar kegiatan pelatihan Sanitasi Darurat Bencana. Kegiatan tersebut, digelar di Aula Bappeda Kota Cilegon selama dua hari, Kamis hingga Jumat (20-21/2/2020).

Hadir dalam kegiatan tersebut, para relawan dan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon, Badan penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kota Cilegon, Taruna Siaga bencana (Tagana), Dinas Sosial (Dinsos), dan Puskesmas se-Kota Cilegon.

Selain itu, tampak hadir jajaran tenaga medis Rumah Sakit Krakatau Medika, Perusahaan Daerah Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-CM), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Kepala Dinas Kesehatan dr Arriadna dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr E Yolanda mengatakan, Kota Cilegon terletak di ujung Pulau Jawa di tepi Selat Sunda dan dikelilingi oleh industri, sehingga dikenal juga dengan nama Kota Industri. Kondisi seperti ini besar kemungkinan mengalami bencana.

“Dalam hal ini bencana alam maupun bencana yang diakibatkan oleh kelalaian dan ketidakpedulian manusia terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Bencana, tutur dia, tidak dapat dielakan dan dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Tetapi, dengan membuat suatu perencanaan dalam menghadapi dampak dari timbulnya bencana.

Salah satunya terkait dengan sanitasi diharapkan dapat meminimalisir dampak lanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Sanitasi yang dimaksud, adalah penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia, pengelolaan limbah padat, dan pengelolaan limbah cair.

Sehubungan itu, Dinkes Kota Cilegon menggelar kegiatan ini yang merupakan bagian dari upaya untuk mengetahui dan mempersiapkan tindakan yang harus dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana khususnya dalam hal sanitasi.

Sementara itu, salah satu narasumber pada kegiatan Muhammad Yunus dari PMI Cilegon menuturkan, sanitasi lingkungan adalah status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih, dan lainnya.

“Ketika terjadi bencana dan ada warga yang harus dievakuasi ke suatu tempat, PMI Cilegon harus melakukan assessment terlebih dahulu,” ucapnya.

Ruang lingkup sanitasi, ujar dia, terdiri atas penyediaan air bersih atau air minum (water supply), pengolahan sampah, pengolahan makanan dan minuman, pengawasan dan atau pengendalian serangga serta binatang pengerat, dan kesehatan serta keselamatan kerja.

Salah satu contoh yang pernah dilakukan, adalah pada saat terjadi kebakaran di Tempat pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung, Kecamatan Cilegon. Di mana puluhan warga yang berada dekat, kami ungsikan di salah satu sekolah dan kami perhatikan betul faktor-faktor sanitasi, sehingga warga yang mengungsi tetap sehat dengan sanitasi yang disediakan pihaknya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *