peduli Lingkungan dengan Membangun Sanitasi untuk Korban Gempa

Peduli Lingkungan dengan Membangun Sanitasi untuk Korban Gempa
Peduli Lingkungan dengan Membangun Sanitasi untuk Korban Gempa

Membantu dan selamatkan anak-anak korban bencana gempa dengan cara membangun sanitasi, menjadi pilihan bagi Cargill dan Mercy Corps Indonesia dalam melakukan kegiatan sosial.

Seperti program sanitasi dan kebersihan kepada pemerintah Palu, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascagempa.

Program ini terdiri dari program kesadaran higiene dan pembangunan 40 fasilitas sanitasi permanen baru pada 10 sekolah di Pantoloan Palu, yang merupakan salah satu daerah paling terkena dampak bencana.

Secara total 1.895 siswa mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah, bersama dengan 133 guru dan staf telah merasakan manfaat dari program ini.

Gempa bumi dan tsunami berkekuatan magnitudo 7,4 yang melanda Sulawesi Tengah pada September 2018 menyebabkan anak-anak sekolah Palu berada disituasi yang sangat memilukan.

Kendati sejumlah siswa sudah mulai belajar di sekolah atau di sekolah sementara, namun tidak terdapat fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah tersebut. Cargill bersama dengan Mercy Corps Indonesia merespons dengan membentuk program kemitraan untuk membangun fasilitas sanitasi di sekolah.

Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehat dan bersih serta mencegah penyebaran penyakit-penyakit akibat kontaminasi air kotor ataupun melalui serangga (water borne dieses dan vector borne dieses) di sekitar sekolah yang terkena dampak di Palu.

“Kami sangat berterima kasih kepada Cargill dan Mercy Corps Indonesia yang telah membantu kami,” kata Kepala Sekolah SD Karya Thayyibah Sudjono, salah satu sekolah yang paling terpengaruh di Palu, melalui siaran pers, Jumat (1/11/2019).

“Dalam lima bulan terakhir, para siswa sering harus pulang di sela-sela pelajaran (untuk buang air kecil/ besar), karena kami tidak memiliki toilet di sekolah. Situasi ini tidak hanya menjadi perhatian pada masalah kesehatan dan keselamatan,” sambungnya.

Sebagai pelengkap fasilitas sanitasi, program ini juga memberikan pelatihan kebersihan kepada siswa dan mempromosikan mereka sebagai Duta Sanitasi sekolah. Hal ini untuk memastikan keberlanjutan program, mempertahankan fasilitas, mempertahankan kebiasaan sehat siswa sambil menyebarkan praktik yang baik ke komunitas mereka.

Direktur Corporate Affairs untuk Cargill di Indonesia Arief Susanto, menyatakan, pihaknya senang kemitraan dengan Mercy Corps Indonesia telah membantu siswa dan guru mengembalikan kegiatan sekolah menjadi normal setelah bencana, seraya melindungi kesehatan siswa.

“Dengan bekerja sama dengan warga setempat pemerintah, guru, siswa, dan masyarakat kami berharap program ini akan terus membawa manfaat bagi semua untuk tahun-tahun mendatang. Bersama-sama kami dapat membantu siswa Palu berkembang melalui fasilitas sanitasi yang layak dan praktik kebersihan yang baik,” pungkasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *