Tanggap Darurat Bencana Longsor Usai, Sarana Air Bersih Dipertahankan

Kondisi longsor di Desa Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/2/2020).

Kondisi longsor di Desa Pasirmadang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (3/2/2020).(Rosiana Haryanti/Kompas.com) Penulis Rosiana Haryanti | Editor Hilda B Alexander BOGOR, KOMPAS.com – Peralatan penyediaan air bersih dan sanitasi diterjunkan bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Bogor. Kepala Balai Prasarana Pemukiman wilayah Jawa Barat dari Kementerian PUPR Feriqo Yogananda mengatakan, pada tanggal 8 Januari 2020 saat masa tanggap darurat bencana, pihaknya menerjunkan beberapa alat, serta sarana dan prasarana penyediaan air bersih.

“Kemudian hari pertama kami berkoordinasi dengan posko yang dilaksanakan oleh Kodim dari Bogor, dan sampai dengan hari ini sudah ada 27 hidran umum yang kami tempatkan di beberapa titik,” kata Feriqo di Kabupaten Bogor, Senin (3/2/2020). Baca juga: 35,96 Kilometer Akses Jalan Longsor Kabupaten Bogor Telah Dibuka Feriqo menyebut, 1 unit hidran umum dapat digunakan untuk sekitar 200 orang atau 40-50 Kepala Keluarga (KK). Dengan demikian, 27 hidran umum yang dikerahkan dapat digunakan untuk sekitar 1.500 KK. Meski masa tanggap darurat bencana telah selesai pada Kamis (30/1/2020) lalu, namun Feriqo menuturkan jika peralatan yang ditempatkan masih akan dipertahankan hingga waktu yang belum ditentukan. “Kami masih berkoordinasi. Dan dari bupati sudah meminta untuk sarana prasana yang ditempatkan untuk sementara ini masih dipertahankan. Sampai kapannya nanti kami koordinasi lagi dengan pemerintah kabupaten,” ujar dia.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *