Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Wahid Larang Dirikan Bangunan di Tepian Sungai

Peninjauan lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di beberapa desa di wilayah Kecamatan Haur Gading, dilakukan Bupati HSU, H Abdul Wahid HK, Rabu (25/9/2019)

Adapun titik longsor yang ditinjau bupati diantaranya, di Desa Teluk Haur, Desa Waringin dan Desa Pulantani.

Peninjauan ini bertujuan untuk mempercepat proses penanganan jalan yang longsor agar akses transportasi masyarakat tidak terganggu.

Dalam kesempatan itu, Bupati Wahid meminta kepada kepala desa yang di wilayahnya ada jalan terdampak longsor agar membuat jalan alternatif yang jauh dari bibir sungai.

Selain itu bupati juga melarang keras masyarakat untuk mendirikan bangunan apalagi rumah di pinggiran sungai.

Pasalnya, selain rawan longsor juga mengakibatkan lingkungan sanitasi kotor akibat banyaknya sampah dari rumah tangga.

“Pendirian bangunan di tepian sungai sangatlah berbahaya dan tidak dianjurkan bagi masyarakat,” tegas bupati.

tribunnews
Peninjauan lokasi bencana tanah longsor yang terjadi di beberapa desa di wilayahKecamatan Haur Gading, dilakukan Bupati HSU, H Abdul Wahid HK, Rabu (25/9/2019) (Pemkab HSU)

Selanjutnya, sebagai langkah antisipasi bencana longsor maka diharapkan kepada kepala desa agar sesegeranya merelokasi bangunan warganya ke tempat yang lebih baik, khususnya bagi yang bertempat tinggal di daerah rawan longsor.

Selain itu, juga disampaikan akses jalan yang tampak begitu parah di Desa Pulantani dan Desa Waringin akan segera diupayakan untuk penanganan.

Terkait ini bupati juga telah berkoordinasi dengan pihak BPBD dan Dinas PUPRP Kabupaten HSU, untuk penanganan agar bisa dilakukan secepatnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *